Pernah melihat kode bearing seperti 6205-2RS C3 atau 22220 E/C3 dan bingung artinya apa? Anda tidak sendirian. Kode bearing dirancang oleh pabrikan untuk menyampaikan banyak informasi teknis dalam rangkaian angka dan huruf yang singkat. Jika Anda bisa membacanya, Anda bisa menentukan bearing pengganti yang tepat tanpa harus menghubungi sales terlebih dahulu.

Artikel ini adalah panduan lengkap dari tim teknis PT. Primajaya Anugerah Perkasa yang telah melayani industri selama lebih dari 10 tahun.

Struktur Dasar Kode Bearing

Kode bearing standar ISO terdiri dari tiga bagian utama:

6 2 05 - 2RS / C3
6
Kode Tipe Bearing
2
Kode Seri Dimensi
05
Kode Bore (d)
2RS
Kode Segel/Penutup
C3
Kode Internal Clearance

Bagian 1: Kode Tipe Bearing (Digit Pertama)

Digit atau huruf pertama pada kode bearing menunjukkan jenis/tipe konstruksi bearing . Ini adalah informasi paling fundamental:

Kode Tipe Bearing Aplikasi Umum
6 Deep Groove Ball Bearing (DGBB) Motor listrik, pompa, gearbox umum
7 Angular Contact Ball Bearing Spindle mesin, kompresor, pompa sentrifugal
N / NU / NJ / NF Cylindrical Roller Bearing Gearbox berat, motor besar, conveyor
22 / 23 Spherical Roller Bearing Crusher, ball mill, rotary kiln, conveyor berat
302 / 303 / 320 / 322 Taper Roller Bearing Roda kendaraan, gearbox, mesin bor
HK / NK / NA Needle Roller Bearing Mesin tekstil, transmisi otomotif, loom
SL04 Full Complement Cylindrical Roller Crane sheave, hoist, aplikasi beban sangat berat

Bagian 2: Kode Seri Dimensi (Digit Kedua)

Digit kedua menunjukkan seri dimensi , yang menentukan rasio antara bore diameter (d) dengan outer diameter (D) dan lebar (B) bearing:

Kode Seri Karakteristik Contoh
6 + 0 Seri ringan sangat tipis 6004, 6006, 6008
6 + 2 Seri ringan (paling umum) 6204, 6205, 6206
6 + 3 Seri medium (lebih besar/kuat) 6304, 6305, 6306
6 + 4 Seri berat 6404, 6405, 6406

πŸ’‘ Tips Praktis: Semakin besar nomor seri, semakin besar outer diameter (D) dan kapasitas beban bearing untuk bore yang sama. Contoh: untuk bore 25mm — bearing 6205 (D=52mm) vs 6305 (D=62mm) vs 6405 (D=80mm).

Bagian 3: Kode Bore Diameter (2 Digit Terakhir Nomor Dasar)

Dua digit terakhir dari nomor dasar menunjukkan diameter lubang dalam (bore / d) . Cara membacanya berbeda tergantung angkanya:

Untuk Kode 04 ke Atas: Kalikan dengan 5

Ini adalah aturan yang paling sering digunakan:

Untuk Kode 00, 01, 02, 03: Tabel Khusus

Kode Bore Diameter
00 10 mm
01 12 mm
02 15 mm
03 17 mm

Bagian 4: Kode Segel & Penutup (Suffix Setelah Tanda Hubung)

Kode ini muncul setelah tanda hubung (-) dan menunjukkan jenis pelindung bearing:

Kode Arti Keunggulan
2RS / 2RSH Dua rubber seal (karet) Kedap debu & air, pre-grease, untuk lingkungan kotor & basah
RS / RSH Satu rubber seal (satu sisi) Satu sisi terbuka untuk pelumasan ulang
ZZ / 2Z Dua metal shield (baja) Tahan suhu tinggi, lebih tipis, tidak fully sealed
Z / N Satu metal shield Satu sisi terbuka
(kosong/open) Open bearing tanpa seal Perlu tambah grease eksternal, untuk sistem pelumasan terpusat

Bagian 5: Kode Internal Clearance — C3, C4, CN

Ini adalah informasi yang sering diabaikan namun sangat krusial untuk performa dan usia bearing:

Kode Clearance Kapan Digunakan
C2 Lebih kecil dari standar Presisi tinggi, getaran rendah, spindle mesin CNC
CN Normal / standar Aplikasi umum, suhu & beban normal
C3 Lebih besar dari standar Motor listrik, suhu operasi tinggi, fit ketat pada poros
C4 Lebih besar dari C3 Suhu sangat tinggi, beban berat, mesin industri berat
C5 Paling besar Aplikasi khusus ekstrem — jarang digunakan

⚠️ Kesalahan Umum: Mengganti bearing C3 dengan bearing CN (standar) pada motor listrik bisa menyebabkan bearing cepat panas dan rusak karena ekspansi termal saat motor beroperasi. Selalu gunakan clearance yang sama atau sesuai rekomendasi OEM.

Contoh Pembacaan Kode Nyata

Contoh 1: 6205-2RS/C3

6205-2RS/C3
6
Deep Groove Ball Bearing
2
Seri Ringan
05
Bore = 25mm
2RS
Double Rubber Seal
C3
Clearance Besar

Artinya: Deep Groove Ball Bearing, bore 25mm, dengan double rubber seal dan internal clearance C3. Ideal untuk motor listrik yang beroperasi pada suhu tinggi.

Contoh 2: 22220 E/C3

Bearing ini berbeda format karena seri Spherical Roller:

Contoh 3: NU 205 ECP

πŸ“Œ Ringkasan Panduan Cepat

  1. Digit/huruf pertama → tipe bearing
  2. Digit kedua → seri dimensi (pengaruhi D dan B)
  3. Dua digit terakhir nomor dasar → bore (d) — kalikan 5 untuk kode ≥04
  4. Setelah tanda (-) → jenis seal/shield
  5. Kode C → internal clearance (C3 paling umum di industri)

Sudah Tahu Kode Bearingnya? Cek Ukurannya Sekarang!

Gunakan tabel ukuran interaktif kami untuk memverifikasi dimensi d, D, dan B dari kode bearing yang sudah Anda baca. Tersedia 200+ data bearing populer industri Indonesia.

Artikel Terkait: