Di industri berat—seperti pabrik baja (Steel Mill), konveyor pelabuhan, atau pabrik kertas—mengganti sebuah bearing yang rusak sering kali bukan perkara membeli sparepart, melainkan perkara waktu henti operasi (Downtime).

Bayangkan sebuah bantalan rusak yang posisinya berada di tengah as poros (shaft) sepanjang 10 meter yang penuh dengan puli, roda gigi, dan kopling berat. Untuk mengganti bearing konvensional, teknisi harus membongkar seluruh poros tersebut, mencopot semua komponen, memasang bearing baru, lalu memasang semuanya kembali. Proses ini bisa memakan waktu 2 hingga 3 hari kerja!

Masuklah: Split Roller Bearing

Split Roller Bearing (Bantalan Terbelah) dirancang untuk menyelesaikan mimpi buruk ini. Sesuai namanya, seluruh komponen bearing ini (Cincin luar, Cincin dalam, dan Sangkar) terbelah dua secara presisi.

Dengan desain terbelah ini, bearing dapat langsung dipasang di sekitar as poros tanpa perlu mencopot as dari dudukan mesinnya. Teknisi cukup menjepit kedua belahan cincin di as poros, mengencangkan baut pengunci khusus, dan mesin siap beroperasi kembali!

Kalkulasi Return of Investment (ROI)

Memang benar, harga awal pembelian Split Roller Bearing (seperti merek Cooper atau SKF Split) jauh lebih mahal daripada Solid Bearing konvensional. Namun, mari berhitung:

Selisih harga beli bearing yang "hanya" puluhan juta tertutupi dalam hitungan jam operasional yang terselamatkan!



Upgrade Sistem Mesin Anda

Apakah pabrik Anda sering mengalami kerugian besar akibat downtime pergantian bearing? PT Primajaya Anugerah Perkasa dapat membantu menyeleksi Split Roller Bearing yang tepat untuk mengonversi mesin lama Anda.